Senin, 26 Desember 2011

The Way K-Pop Change Your Life

"Some people ask why I listen to music I can’t understand.

Maybe they can’t understand, but I can.

Because I dont just listen to the words and beats of a song.

I listen to the emotion and the artists themselves.

Once you learn how to do that, understanding comes naturally ♥ KPOP."




I was reading very damn cool posts by the one of fandom K-pop on facebook about K-pop fan scan relate. And ‘wadezzing’ I very shocked, that the post really damn true for some cases. That’s the way - how’s K-pop has changed your life a lot.

As long as you became a K-pop fan, all the things below really works to you.

1. Someday. You want to invite all your friends to Korea and live in a historical house

2. Your thoughts on K-pop, K-pop must exist forever.

3. You consider yourself not just his fan but his WIFE

4. K-pop taught you how to be a great stalker

5. When your bias cries, you also cry

6. Since you became a K-pop fan, you started thinking to marry a Korean guy in the future

7. The moment when you cry infront of the computer, all because of K-pop

8. Ever since you became a K-pop fan, other music means nothing to you

9. Since you became a K-pop fan, you started singing birthday son in Korean instead of my own language

10. The moment your mother blame your results on kpop

11. Since you became a K-pop fan, you updated on whats happening with your fave idols/actors life than the idols/actors in your own country

12. SARANGHAE is the first Korean word you have learned in your life. Instead of Annyeonghaseo.

13. To other people, K-Pop is simply music that you can’t understand. But they do not know that to you K-Pop is second life, where you can find happiness in the presence of my fandoms and biases, and enjoyment in their music

14. In hearing the word ‘shiny’, people would think of stars and glitters while you think of Onew, Jonghyun, Minho, Key and Taemin

Senin, 21 November 2011

What We Call Love



One is loved because one is loved. No reason is needed for loving
(Paulo Coelho)



This is what we call love. When you are loved, you can do anything in creation. When you are loved, there’s no need at all to understand what’s happening, because everything happens within you.
Paulo Coelho (The Alchemist)



“Karena cinta itu tidak butuh alasan”
“Does love need a reason?”
Begitulah Paulo Coelho pun menggambarkannya dengan begitu gamblang.


Kalaulah cinta itu beralasan, pastilah bila alasan hilang, maka cinta juga turut hilang.
Maka, tidak ada alasan yang begitu tepat untuk menjawab mengapa saya berhak atas gelar #1 Hottest. Karena yang saya rasakan, saya hanya mencintai 2PM sejak pertama kali mengenalnya, tiada alasan yang menyertai, hanya satu keyakinan saya, bahwa saya benar-benar jatuh cinta pada 2PM. Banyak energi positif yang mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi saya semenjak lagu-lagu mereka terngiang di telinga ini dan kemudian berputar di kepala saya.



When we love, we always strive to become better than we are.
When we strive to become better than we are, everything around us becomes better too.
Paulo Coelho (The Alchemist)


2PM telah menjadikan kehidupan saya berjalan dengan seimbang. Bagi saya, mereka adalah entertainer sejati, yang mampu menghibur di kala kondisi kehidupan saya sedang goyah.
- Jang Wooyoung, sosok yang paling saya gemari di 2PM, mengajarkan saya untuk selalu optimis.
- Lee Junho, sosok yang manis ini, mengajarkan saya untuk selalu tersenyum .
- Ok Taecyeon, sosok yang kokoh, mengajarkan saya untuk tidak patah semangat.
- Nickhun, sosok pria tampan, mengajarkan saya untuk menjadi seperti apa yang saya inginkan.
- Chansung, sosok yang pemalu, mengajarkan saya untuk selalu hidup dalam mimpi saya.
- Kim Junsu, sosok yang multi talented, mengajarkan saya untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini.



THAT IS WHAT WE CALL LOVE!!!



Dari situlah, saya menyadari betul bahwa tiada alasan yang tepat untuk menggambarkan apakah saya berhak menjadi #1 Hottest. Tapi saya benar-benar berharap saya bisa melihat mereka dari jarak yang begitu dekat. Merasakan HEARTBEAT mereka. Melihat Wooyoung menari bebas lepas. Melihat senyum Junho yang meneduhkan. Melihat sosok kokoh Taecyeon. Menatap cerminan mimpi lewat wajah Nickhun. Melihat sosok Chansung yang pemalu. Dan mendengar suara indah Kim Junsu. Jika itu semua menjadi kenyataan, hal tersebut benar-benar telah menjadikan kehidupan saya menjadi jauh jauh jauh lebih baik.



Sekali lagi, mengutip kata-kata indah dari Paulo Coelho,
"Love is an untamed force. When we try to control it, it destroys us. When we try to imprison it, it enslaves us. When we try to understand it, it leaves us feeling lost and confused.”
Paulo Coelho


-Ditulis dalam rangka ikut kuis, sayang gagal, mungkin karena terlalu lebay, hahaha-

Senin, 31 Oktober 2011

Bravo Alpha Lima India Part 3

Tada… Get ready to continue my story about Bravo Alpa Lima India. Setelah sekian lama tidak ada waktu untuk berkisah kelanjutan perjalanan singkat di Bali, akhirnya sekarang ada kesempatan lagi. Sesuatu banget…
Langsung saja,,banyak destinasi wisata di Bali yang berhasil dikunjungi selama hari ketiga. Beberapa di antaranya antara lain sebagai berikut:

- Tanjung Benoa
Sejujurnya, sampai di Tanjung Benoa sudah agak kesiangan karena hari sebelumnya perjalanan begitu melelahkan, walhasil bangun kesiangan. Cuaca Bali yang mataharinya cerah tidak malu-malu, benar-benar menyengat kulit, bagi yang tidak terbiasa, mungkin berbeda dengan bule yang malah suka sama cahaya matahari yang terik gitu. Walaupun kesiangan, ternyata banyak wahana permainan air yang belum bisa dipergunakan karena tidak ada angin *membuat suasana semakin panas* Alhasil, kami memutuskan untuk langsung berlayar ke pulau seberang yaitu pulau kura-kura (turtle island).

- Turtle Island
Perjalanan yang seru dari Tanjung Benoa menuju Turtle Island. Pertama kalinya banget dalam hidup naik kapal. Cuma bisa berdoa semoga Allah melindungi saya. Karena abangnya rada rese, nyetirnya miring-miringin kapalnya. Mana saya gak bisa renang lagi, bisa-bisa nyebur dikit langsung tenggelam lagi. Heu… Tapi seru juga ternyata, Alhamdulillah gak mabok, dan berhasil dapat suguhan menarik, bisa lihat langsung ikan di bawah laut. Walau tidak jernih-jernih amat, tapi ikannya tetep bisa kelihatan. Coba kalau datang ke Benoanya sore hari., udah pasti banget bisa lihat ikan lumba-lumba.
Selanjutnya, kejadian paling sesuatu banget di Turtle Island adalah memecahkan sejarah diri sendiri, karena pada akhirnya saya berani juga megang ular. Sensasi pegang ular itu antara menjijikkan dan ngeri takut dipatok. Tapi setelah megang, ternyata kulitnya rasanya gitu yah. Ish, jijik. Saya pikir bakal berlendir jorok, tapi ternyata gak separah itu, kasar-kasar gitu. Tapi tetep aja menjijikkan wabil mengerikan. Niatan untuk gendong ular pun pupus banget. Nyali saya tak sebesar apa yang saya inginkan. Padahal pengen banget foto bareng ular. Tapi,bisa megang aja udah sesuatu. Insya Allah, gak lagi-lagi deh megang ular. Hiyakkks….

- Kerajinan Batik Bali
Tidak banyak yang bisa dilihat kecuali cara orang membatik dengan menggunakan malam. Sisanya pas masuk ke dalam toko, geleng-geleng sama harganya. Ya iya sih memang batik tulis, tapi itu sih harga bule deh kayanya -.-"

- Kerajinan Perak
Sebenernya saya bingung, kota perak itu kan Jogja yah, tapi tetep loh, di Bali juga di salah satu desanya terkenal dengan kerajinan peraknya, udah turun temurun pula, makanya saya bingung. Baru lihat cara membuat perak sampai jadi perhiasan yang indah itu kaya gimana. Tapi ternyata beneran rumit dan membutuhkan ketelitian tingkat tinggi lho. Dan para pekerjanya rata-rata ibu-ibu. Keren deh. Ada satu perhiasan perak yang saya taksir, kalung liontinnya huruf w, bagus banget, harga 350rb. Sayang saya belum mampu beli, mending beli emas sekalian bisa dapat segram, bisa dijual lagi. Hehe

- Tanah lot
Setelah disuguhkan dengan pemandangan indah sepanjang perjalanan menuju turtle island, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan terlebih dahulu didahului makan siang di sebuah restoran. Destinasi kali ini adalah Tanah Lot. Perjalanan yang cukup memakan waktu serta faktor keterlambatan agenda bepergian hari ini membuat kami agak terlambat untuk sampai di Tanah Lot. Tapi beruntung, Kami masih bisa melihat suasana sunset di Tanah Lot.
Subhanallah…sesuatu banget! Indahnya pol banget. Walaupun bagi saya, masih jauh indah Uluwatu karena tepat di bibir tebing.

- Pantai Kuta
Malam ini agak sedeng juga jalan dari Legian sampe Kuta. Kaki superb banget pegel-pegel. Saya pikir deket gitu yah. Ternyata eh ternyata, jauh juga L Udah kepikiran banget gimana pulangnya. Untungnya tidak nyasar.
Super banget sesampainya di Pantai Kuta, bener-bener tidak ada angin sama sekali. Finally, tahu juga kalau itu yang namanya angin laut dan kenapa para nelayan berlayar di malam hari, karena angin bertiup dari darat ke laut. Hahaha. Pelajaran SD banget. Akhirnya ngerti juga.
Karena baru kali pertama sampai di Kuta, belum kebayang seputih apa pasirnya. Yang pasti pasirnya halus banget, tapi menurut saya sih masih halusan pasir di Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng. Yah, yang udah pasti banget sih halus lah pasirnya.
Disini kami menikmati suasana pantai malam kuta. Deburan ombaknya, subhanalloh banget. Akhirnya bisa juga ngerasain sensai di pantai malam hari dan kebetulan bulannya lagi bullet sebulet-buletnya, eh belom deng, tapi cukup menerangi kami yang sedang tidur-tiduran dihalusnya pasir pantai. Dan yang menarik adalah ada adegan yang disensor disana, sepertinya sih bapak ibu yang sudah berumur terus honeymoon lagi, soalnya gelap sih gak keliatan, haha. Bagus juga yah nyari tempatnya dalam kondisi yang pencahayaannya hanya mengandalkan sinar bulan. Romantis banget pasti. Haha

- Legian
Akhirnya berpulang juga, berat sekali rasanya membayangkan perjalanan pulang, mengingat pas jalannya aja capek banget. Akhirnya, setelah menginggalkan Kuta, Kami mampir dulu beli jajan di KFC, gahul, daripada kelaperan, ples buat bekal selama perjalanan pulang. Jalan kaki dari Kuta – Legian mengambil rute yang berbeda dari perjalanan awal menuju Kuta. Sebelum memutuskan untuk berjalan kaki sebenarnya kami mencoba untuk tawar-menawar taxi atau delman. Tapi setelah melakukan tawar menawar, ternyata tidak seperti yang dibayangkan, nawar taxi di sana itu bukan pake argo yah, tapi dia yang nentuin harga, ah..gitu amat yah, mana mahal banget, pake itungan bule saya rasa, padahal mah turis domestic, gak delman gak taxi semuanya sama aja mahal. Alhasil kami tetap jalan kaki.
Sepanjang perjalanan karena sudah larut malam, tetap aja kondisi jalanan sepi alih-alih Kuta tempat wisata. Tapi yang menarik, ada arus yang sangat besar menyodot para bule-bule untuk keluar malam hari lebih cantik dari sewaktu pagi/siang di pantai di bawah teriknya sinar matahari. Dengan sebotol bir Heineken ditangan hamper semua bule yang keluar malam waktu itu berjalan kaki menuju Legian. Legian benar-benar jantungnya hip-hip hura. Tempat berkumpulnya hippies. Ada yang sekedar makan, gaul, nongkrong, atau yang berajeb-ajeb, nge-DJ. Pokoknya hidupnya sesuatu banget deh di Legian malam hari. Terkadang mikir juga, pantes aja Legian dibom sama para teroris, gak kuku banget pergaulan bebas di sana.

Selasa, 25 Oktober 2011

From "Galau" to wisdom: just a random thought


First, I really wish the place that I work with is the best place for me to develop myself. But sometimes, GOD really wants you to realize that He is the good planner for you. If you think that you are in the worst place right now, maybe from the GOD’s side it is the best thing for you. The best for you to study about life, about patient, about team work, about people’s character, about everything that can make you going to be mature for the real word.

Unfortunately, I’m the person who can’t work with an optimal perform if in that place can’t engaged me to work deeply, and is all about passion I think. Yeah, and now, I’m in the “Galau” mood. I hope that the low sessions of my fighting spirit resolved quickly. Aamiin. From “Galau” to Wisdom.

Minggu, 25 September 2011

Hallyu or Korean Wave: “Penjajahan yang nyata, nyata-nyata membawa perubahan!”

“Ish, Kita itu lagi dijajah tau”, ungkap seorang teman, sebut saja Mia Kristiana, sewaktu mengobrol panjang seputar Korean Wave yang sedang marak sekali di Indonesia. Dan akhirnya, saya memiliki kesempatan juga untuk menulis seputar Hallyu atau Korean Wave. Kyaaa.. Totally super excited untuk membahas Hallyu. Sebelum mengetahui kenapa akhirnya kata-kata tersebut sebagai hal yang benar adanya dan disadari pula oleh saya. Saya ingin membahas sejarah kenapa Hallyu bisa sampai di Indonesia dengan gelombang yang sangat besar.

Korean Pop Culture telah merambah secara global, tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi Korean Pop Culture tersebut sering juga disebut sebagai Hallyu yang memiliki peran besar membawa perubahan di Indonesia. Hallyu atau Korean Wave pada hakikatnya merupakan fenomena demam Korea yang disebarkan melalui Korean Pop Culture ke seluruh penjuru dunia lewat media massa, dan yang terbesar lewat jaringan internet dan televisi. Di Indonesia sendiri, berkembangnya Korean Pop Culture diawali dengan kemunculan drama seri Korea terlaris kala itu yaitu Endless Love pada tahun 2002 di salah satu stasiun televisi swasta. Cerita yang dikemas secara apik, tidak memiliki episode yang panjang, dengan aktor dan aktris yang berbakat dan sangat menarik penampilannya, membuat drama seri ini menjadi awal pembuka bagi masuknya Korean Pop Culture lainnnya. Hal tersebut dibuktikan dengan ditayangkannya drama seri Korea lain yang berjudul Winter Sonata pada tahun yang sama pula.

Dimasa-masa tersebut, penerimaan masyarakat Indonesia terhadap Korean Drama pada dasarnya jauh lebih kurang sesemangat penerimaan masyarakat di beberapa negara Asia lain seperti Jepang, China, Vietnam, Thailand, dan lainnya. Sekurang-kurangnya, Korean Drama telah membawa perubahan besar khususnya pada para remaja Indonesia. Remaja Indonesia mulai sangat familiar dengan Korean Drama, Korean Movie, hingga Korean Music.

Setelah mulai banyaknya dikenal Korean Pop Culture di televisi yang cenderung terbatas menayangkan hal-hal tersebut. Pencarian remaja Indonesia tidaklah berhenti sampai disana. Internet telah mengubah segalanya, dengan internet remaja Indonesia mulai mencari-cari aktris, aktor, boy band, atau penyanyi kesukaan mereka lewat internet. Dari sinilah, pertumbuhan Korea fan clubs hampir menyebar keseluruh kota besar di Indonesia. Banyak anak muda yang memiliki kemauan besar untuk mengetahui hal-hal seputar Korea yang sangat menarik yaitu Korean Pop Culture lewat film, drama, dan lagu-lagu Korea. Pop culture pada dasarnya juga meliputi segala aspek dari musik dan drama hingga fashion style, hair style, bahkan Korean way of life.

Globalisasi Korean Pop Culture semakin berkembang ke penjuru dunia tidak terlepas dari pemerintah Korea yang mensupport secara besar-besaran dan hal tersebut terus berkembang dengan sangat pesat pada belakangan tahun ini. Korean Pop Culture menjadi semakin menarik tidak terkecuali untuk saya karena Pemerintah Korea dalam hal ini sangat memperhatikan Korean Pop Culture dengan baik. Di Korea Selatan sendiri, ada beberapa peraturan yang secara khusus mengatur mengenai Korean Pop culture, beberapa di antaranya mengenai peraturan yang tidak memperolehkan para penyanyi (boy band, girl band, band, male or female singer) di Korea untuk melakukan lip sync dalam performances yang mereka lakukan. Selain itu, belum lama ini pemerintah Korea juga akan mengeluarkan larangan bagi para artis Korea untuk mengenakan pakaian seksi. Mereka diwajibkan untuk berpakaian sopan dalam penampilannya. That’s why. Perhatian yang begitu besar dari Pemerintah Korea Selatan terhadap perkembangan Korean Pop culture pada dasarnya juga diikuti dengan aturan yang benar-benar membuat Korean Pop Culture benar-benar sangat berkualitas untuk dinikmati. Dari sinilah, Korea Selatan telah menjadi negara yang sangat berpengaruh di Indonesia dengan Korean Wave-nya, tentunya setelah kesuksesan besar Korean Wave di Jepang dan Amerika Serikat. I called it: Phenomenon!

Dengan bantuan media massa dan internet, para penggemar Korean Pop (K-Pop) di Indonesia kemudian mulai membuat jaringan sosial dan diikuti dengan interaksi intens didalamnya. Hal tersebut dapat diketahui darji banyaknya komunitas, yang pada dasarnya berawal dari komunitas di dunia maya, yang dibentuk oleh orang-orang yang tertarik dengan Korean Drama atau Korean Music. Mereka berkumpul dan menyatukan aspirasi mereka lewat diskusi, pertemuan, dan membuat acara-acara yang kian membuat K-Pop semakin menyebar di kalangan masyarakat Indonesia.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak berjamur, fanbase-fanbase K-Pop Idol baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Di dunia maya sendiri, beberapa fanbase K-Pop Idol di twitter telah mencapai ≥ 10.000 penggemar. Diantaranya adalah @sujunesia (merupakan fanbase bagi para penggemar Super Junior) yang mencapai ≥25.000 pengikut; @shawolindo (merupakan fanbase bagi para penggemar SHINee) yang mencapai ≥22.000 pengikut; @HottestID (merupakan fanbase bagi para penggemar 2PM) yang kini mencapai ≥11.000 pengikut; @SNSDindo (merupakan fanbase bagi para penggemar SNSD atau Girls Generation) yang mencapai ≥15.000 pengikut. Selain itu, masih banyak fanbase-fanbase K-Pop idol lainnya yang berkembang dengan sangat pesat Indonesia.

Fenomena tersebut juga turut disertai dengan kian maraknya televisi-televisi swasta nasional menayangkan Korean drama (drama Korea) dalam daftar tayangannya. Beberapa drama Korea yang sedang atau baru saja diputar oleh televisi berikon ikan terbang belum lama ini diantaranya You’re My Destiny, Oh! My Lady, Secret Garden, Dream High, Princess Prosecutor, My princess, dan masih banyak lagi. Televisi lain juga tak ketinggalan menayangkan drama Korea seperti B Channel yang sedang menayangkan drama Korea berjudul Cinderella Man dan Prince Hour. Tidak hanya Korean Drama yang sedang marak-maraknya ditayangkan di Indonesia, fenomena K-Pop juga sedang marak ditayangkan di televisi. Misalnya di O Channel, yang pada hari Sabtu dan Minggu malam menyajikan TopKPopTv yang menayangkan music video (MV) dari berbagai K-Pop Idol yang sedang hits. Atau di radio-radio swasta yang secara khusus memiliki acara yang secara penuh memutarkan lagu-lagu Korea seperti Pas FM.

All about K-Pop
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tidak sampai disitu, belakangan ini, makin banyak K-Pop Idol yang mulai berdatangan ke Indonesia dan menuai kesuksesan dengan sangat besar di Indonesia. K-Pop Idol tersebut diantaranya Super Junior, Miss A, 2AM, SHINee, Rain, Kim Bum, dan yang dalam waktu dekat akan mengadakan full concert di Indonesia yaitu 2PM dalam rangka ‘Hands Up’ Asia Tour di Jakarta 11 November 2011 (Kyaaaaa…Saya nonton juga! Hip Hip huray… Get Ready for HANDS UP!!!). Selain itu, Pusat Kebudayaan Korea (Korean Cultural Centre) juga tak tanggung-tanggung dalam memajukan Korean Pop Cuture di Indonesia. Banyak acara atau kegiatan yang berkaitan langsung dengan Korea Selatan, diantaranya pada tanggal 28 September- 4 Oktober nanti akan diadakan Korean Week Festival yang berisi banyak sekali acara antara lain Korean Film Festival dan Hallyu Concert yang langsung mendatangkan K-Pop Idol ke Indonesia.

Berdasarkan fenomena tersebut, dapat diketahui bahwa Korean Wave sedang berjalan pada tracknya di Indonesia. Punya kelasnya tersendiri dan punya para penggemarnya masing-masing. Tetapi yang pasti, Korean Wave nyata-nyata sudah mempengaruhi banyak aspek kehidupan penggemarnya. Tidak terkecuali menginspirasi para artis-artis tanah air, sebut saja SM*SH . Mau mengelak seperti apapun, tidak dapat dipungkiri, kemunculan SM*SH pertama kali ini di Indonesia sangat diidentikan dengan Super Junior (pelopor Korean Wave). Hal tersebut kemudian mengundang prokontra karena SM*SH dianggap mengikuti style Super Junior mulai dari gaya panggung, gaya berpakaian, hingga gaya menari. Benar atau tidak kebenarannya, saya pikir semua kembali kepada pandangan pribadi masing-masing. Toh bagi saya, kualitas tidak pernah berkata bohong.

Fakta tersebut telah membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa Korean Wave diyakini atau tidak telah menginspirasi banyak artis di Indonesia. Kemunculan SM*SH sebagai boy band dengan gaya-gaya yang menyerupai Super Junior (kualitas tak pernah berbohong) menjadi pembuka bagi bermunculannya boy band dan girl band lain di Indonesia. Hingga saat ini, SM*SH paling tidak telah menjadi pelopor bagi teman-teman artis lainnya, dengan sangat menjamurnya boy band dan girl band diantaranya Max 5, Cherry Belle, 7icons, dan lain-lain. Bagi saya, kemunculan mereka sama sekali tidak bisa mengalihkan perhatian saya dari para empunya ‘raja-raja’ bermusik sambil menari seperti K-Pop Idol. Disadari atau tidak, sungguh sebenarnya kita sedang terjajah dengan kejayaan Korean Pop Culture di Indonesia. Saya harap, artis-artis Indonesia dapat lebih kreatif lagi dalam berkarya dan menghasilkan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Agar saya pun tak merasa terjajah dengan kehadiran Korean Pop Culture dalam diri saya, karena sejujurnya belakangan saya tidak pernah mengetahui perkembangan musik di Indonesia. Bukan karena tidak cinta, tetapi karena K-Pop benar-benar menyuguhkan sesuatu yang selalu berbeda dari apa yang ada sebelumnya. Totally unique style!

Dengan demikian, mungkin benar adanya kata teman saya diatas. Penjajahan ini sebenarnya telah nyata terjadi di Indonesia. Gelombang Hallyu yang sangat besar di Indonesia haruslah menjadi pemacu semangat yang nyata untuk melakukan perubahan. Korean pop culture pada dasarnya sangat menarik untuk dipelajari dan menginspirasi karena ditengah kemodernannnya, ada semangat perubahan terus menerus didalamnya, tetapi dengan tidak meninggalkan budaya tradisional didalamnya. Hal tersebut menjadi menarik untuk dipelajari untuk para remaja di Indonesia, bahwa ketika kita sedang terpengaruh dengan kebudayaan lain yang masuk, kita punya filter yaitu kebudayaan sendiri, supaya antara tradisi dan modenitas dapat berjalan serasi, selaras, dan seimbang. Pada akhirnya, kejayaan Korean Pop Culture di Indonesia haruslah dapat menginspirasi kita semua untuk memajukan dan berjaya dengan Indonesian Pop Culture.

Bali Alva Lima India (Part 2)

Kyaaaa… Alhamdulillahirabbil’alamiin. Masih bisa melanjutkan menulis kisah-kisah perjalanan selama di Bali. Kali ini, perjalanan di hari kedua. Perjalanan hari kedua meliputi beberapa destinasi, diantaranya sebagai berikut ini:

Tari Barong (Barong Dance)

Perjalanan hari kedua kali ini diawali dengan melihat pagelaran tari Barong. Sebenarnya saya tidak paham, Barong itu digambarkan sebagai apa dalam tradisi Bali, sampai-sampai dia menjadi icon pada hampir seluruh buah tangan khas Bali. What is Barong? Entahlah. Mungkin penjelmaan dewa kali ya. Pasalnya, kali ini saya agak malas untuk nanyain ke Mbah Google. Jadi sebaiknya dilanjutkeun saja ceritanya. Tarif masuk untuk dapat menonton pagelaran tari Barong adalah sebesar Rp 80.000,00. MAHAL! Bagi saya. Dan harga tersebut merupakan harga yang dikenakan pula untuk wisatawan manca negara. Heu heu. Harusnya wisatawan domestik bisa dapat lebih murah deh, mana waktu saya datang udah mulai lagi.

Menurut saya sendiri Tari Kecak masih jauh lebih menarik dibanding Tari Barong: feelnya dapet, suasananya dapet, ceritanya dapet, hiburannya dapet, all in one. Sayang, dalam pagelaran Tari Barong kali tersebut, saya kurang puas dalam segala hal, kecuali bahwa saya bersyukur bisa foto bareng sama Barongnya. Kyaaa.. haha. Ada yang seru disini, pengamatan saya selama pertunjukkan agak sedikit tersita dengan wisatawan asing di depan saya. Omo! Tampan nian sodara-sodara, orang Jepang di depan saya. Awalnya saya pikir dia orang Korea, karena agak sulit membedakan antara orang Korea dengan orang Jepang, kulit dan tipikal wajahnya hampir sama. Kenapa saya tahu dia orang Jepang? Ternyata dia orang Jepang terlihat dari sinopsis lakon Tari Barong yang dia pegang. Selain itu, saya juga mendengarkan percakapannya dengan kekasihnya. Kyaaa…kekasihnya juga cantik banget..serasi. Ya seperti itulah intinya, suasana dan feel sewaktu nonton tari Barong tidak dapat. Padahal sebenarnya bagus lakonnya, hanya saja kurang meghibur kalau menurut saya, agak monoton.
Tari Barong
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Resto Ayam Taliwang

Selepas menonton tari Barong, perjalanan dilanjutkan ke daerah Bali Utara, yaitu Bangli. Perjalanan ke Bangli memerlukan waktu ± 2jam perjalanan dari destinasi sebelumnya. Sehingga sebelum sampai tempat yang dituju, tim berhenti untuk makan siang. Kali ini, pilihan jatuh pada Resto Ayam Taliwang. Walaaaa…this is it. Makanan kesukaan saya. Best banget! Kalau makan ayam taliwang gak sampe nangis itu gak seru dan ternyata agak berbeda ketika mencicipi ayam taliwang di Bali dan di Lombok. Seperti diketahui, ayam Taliwang sendiri merupakan makanan khas Lombok. Makanan ini sangat unik, walaupun berbahan dasar ayam yang sangat sering kita konsumsi sehari-hari, ayam yang digunakan untuk ayam Taliwang ayamnya sangat kecil, tapi entah kenapa rasanya seperti ayam kampong, padahal bukan. Bagi saya, ayam Taliwang yang saya makan kali itu ‘agak’ berbeda sensasinya sama ayam Taliwang Lombok. Hahaha. Kurang menyengat pedasnya. Ayamnya juga kurang greget rasanya. Plecing kangkungnya apalagi. Kalah juara sama plecing kangkungnya Lombok. Tapi juaralah rasanya, lagi laper soalnya. #plak hahaha.

Bappeda Bangli

Akhirnya, sampai juga di destinasi yang sebenar-benarnya dituju dalam penelitian kali ini, yaitu Bappeda Bangli. Sebaiknya cerita disini di-skip saja. Karena sewaktu di Bappeda, isinya 100% FGD, tidak ada yang bisa diceritakan. Keep it secretly! Hahaha.

Agro Wisata – Bali Coffee

Nah, setelah misi utama selama di Bali selesai dilakukan, destinasi dilanjutkan dengan ber-agro wisata. Super takjub! Allah benar-benar Maha Besar! Bisa menciptakan makhluk hidup yang kotorannya saja bisa menghaslkan cita rasa terenak di dunia. Thanks GOD! Yes, Luwak jawabannya. Masih agak tidak percaya, walaupun saya sudah sering tahu di televisi mengenai proses pembuatan kopi Luwak. Tapi, kali ini Alhamdulillah dapat kesempatan langsung proses pembuatan berbagai macam kopi, mulai dari pemilihan kopi jantan-betina, sampai proses penumbukkannya yang masih dilakukan secara tradisional.

Luwaknya Bobo

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tempatnya yang asri, penuh berbagai macam pepohonan khas Bali, dan kebanyakan pohon tersebut belum pernah saya liat sebelumnya seperti pohon gingseng, pohon kopi, pohon vanili, ada ditempat ini semua. Bahkan ada luwaknya. Luwaknya lagi bobo. Sesuatu banget! Kadang sampai sekarang masih suka gak percaya, kenapa kotorannya Luwak bisa memiliki cita rasa terenak di dunia gitu. Selain karena belum pernah nyobain, mau nyobain juga gak tega rasanya, Rp 50.000,00 untuk satu cup kecil. Hiks. Walaupun jauh lebih murah dibanding harga yang ditawarkan di outlet-outlet kopi seperti Starbucks coffee yang bisa mencapai Rp 175.000 per-cup nya, tapi tetap aja gak tega ngeluarin uang di dompet. Rp 50.000,00 bisa buat makan 7-8kali kayanya. Hahaha. Untungnya dapat gratisan minuman khas Bali lainnya dari mulai Bali coffee, ginger coffee, dan banyak lagi. Sore-sore indah, gak bisa didapat banget di kota-kota wisata Bali lainnya.

Kopi Bali

Sumber: Dokumentasi Pribadi



Tampak Siring

Istana Tampak Siring

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pasca puas dengan keasrian Bangli, perjalanan berlanjut ke istana Tampak Siring. Bener-bener kagum deh, selama perjalanan tidak pernah berhenti bilang kalau Bung Karno itu keren sekali kalau soal arsitektur sampai pemilihan tempat. Sepanjang perjalanan menuju Tampak Siring itu disuguhkan pemandangan yang sangat adem dimata. Sesampainya disana pun, saya tidak berhenti bilang kalau Bung Karno itu keren banget. Terutama ketika sampai di sindangnya (temat pemandian putri-putri kerajaan Bali jaman dulu). Airnya jernih sejernih-jernihnya air. Padahal di bawah sindangnya sendiri ada batu, ada lumutnya juga pasti, ada ikannya malah, dibuat mandi pulak. Tapi jernihnya terjaga banget, mungkin karena itu air di sindang tersebut dipercaya bisa bikin awet muda. Airnya juga boleh diambil dibawa pulang bagi yang ingin, hehe.

Pemandian

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Yang bikin keren adalah ketika melihat istana tampak siring dengan sebuah jembatan yang menghubungkan antara kedua bangunan. Jembatan tersebut bernama jembatan persahabatan, alkisah menurut guide di sana, jembatan persahabatan tersebut itu dibuat Bung Karno untuk mempererat hubungan keluarga beliau. Dahulu, keluarga beliau ‘agak’ renggang dikarenakan kesibukan bung Karno yang luar biasa. Sehingga didesainlah sebuah jembatan yang menjadi penghubung antara ruang utama beliau (ruang kerja beliau) dengan ruang keluarga beliau yang berada disebelahnya. Keren! Selain itu, kerennya adalah ruang kerja beliau didesain sedemikian rupa, manakala beliau lelah dengan rutinitas selama bekerja di ruangan kerjanya, beliau bisa menghadap ke jendela dan melihat pemandangan sindang tempat para putri-putri kerajaan mandi. Brilian! Hahaha. That’s why, sampai meninggalkan Tampak Siring pun saya tidak berhenti bilang kalau Bung Karno itu keren banget!

Khrisna – Pusat Oleh-Oleh Khas Bali

Senja berlalu. Perjalanan kembali menuju Legian (bungalow tempat kami menginap) membutuhkan waktu ±2jam. Setelah puas tidur selama dalam perjalanan. Bangun-bangun harus bingung milih oleh-oleh di pusat oleh-oleh khas Bali – Khrisna. Super gede. Harganya juga miring. Tapi untuk yang mau harga lebih miring lagi lebih baik ke Pasar Sukowati. Kalau di Khrisna walaupun harganya beda dikit sama di pasar Sukowati, kualitas Insya Allah terjamin baik. Pilihan ada di tangan pribadi masing-masing. Kalau saya, Alhamdulillah dapat pengalaman, sebaiknya beli oleh-oleh di pasar Sukowati saha. Hehe. Udah terlanjur beli beberapa di Khrisna, bisa jadi pelajaran.

Pesta Seafood

Kisah menarik disini: saya hanya ingin membuat pengakuan bahwa saya baru pertama kali dalam seumur hidup saya makan kepiting dan ternyata rasanya itu ‘Sesuatu’ banget. Terima Kasih ya Allah. #sekian

Legian

Hiyak, setelah selesai kenyang makan. Malam menjelang. Sekitar pukul 10 malam. Setelah beberes sebentar menaruh barang-barang. Jadilah kami (minus dospem) melanglang sepanjang jalan Legian. Legian, the city never sleeps! Kota nocturnal. Super hidup di waktu malam. Jam-jam segitu bule-bule dari segala penjuru Bali tumpah ruah di Legian untuk melakukan anggukan universal alias nge-dugem. Sumpah! Jalan pakai jilbab seperti saya dan beberapa teman jadi ‘sesuatu’ banget rasanya. Berbeda dengan bule-bule, makin malam makin seksi, makin cantik, dengan satu buah bir Heineken di tangan, jalan bergerombol menuju legian. Luar biasa, malam di Legian! Apakah ini yang menjadi alas an Imam Samudra ngebom Legian Oktober 2002? Entahlah. Tapi saya sebagai muslim sejujurnya sedih, tapi mau gimana lagi. Hehe. Insya Allah mereka orang-orang baik, sumber penghidupan warga Legian juga, simbosis mutualisme. Mudah-mudahan… aamiin.

Salah Satu Pemandangan Malam di Sebuah Cafe di Legian

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sampai disini dulu ya kisah perjalanan hari kedua selama di Bali. Tunggu part berikutnya. Kyaaa...