gitacintanya Wilis
Keep Walking In My Own...
Minggu, 26 Februari 2012
SEPULUH
Pertama: Allah
Kedua: Allah lagi
Ketiga: Allah terus
Keempat: Rasulullah
Kelima: Orang Tua
Keenam: Keluarga
Ketujuh: Teman-teman
Kedelapan: Kim Soo Hyun
Kesembilan: SHINee
Kesepuluh: Yang Yoseob dan Jang Wooyoung
Minggu, 22 Januari 2012
Mati dalam Kegilaan
Ah, Aku sungguh mati benar berada dalam dunia yang dahulu pernah ku anggap kecil.
Dunia yang tadinya tak pernah ku sangka akan mengisi hampir setiap hari hidupku.
Seperti kini ada dua dunia. Dunia fana tapi nyata, dan dunia yang nyata-nyata sulit tuk jadi nyata.
Aku tenggelam mati dalam dunia (yang Aku tahu) kini bisa membuatku menjadi gila.
Ya gila, untuk hal-hal yang nyata-nyata tak sepantasnya membuatku bisa gila.
Ah, sungguh pada titik ini Aku berada dalam kegilaan sejati.
Apa-apain ini, tak pernah seumur-umur hidup di dunia merasakan hal yang bisa membuatku benar-benar gila.
Sungguh terkadang berpikir, ini kegilaan yang tak tepat.
Ah, sungguh Aku mati benar karena kegilaan ini.
Gila tanpa alasan, mungkin tepat menggambarkannya.
Ah biarlah mereka menganggapku gila dalam dunia yang nyata-nyata sulit jadi nyata ini.
Tapi itu tak penting bagiku.
Bagiku, yang Aku tahu, Aku senang berada dalam kegilaan ini.
Aku bisa merasakan kesenangan tersendiri berada dalam duniaku ini.
Aku bisa menghabiskan banyak waktuku dalam dunia ini.
Semacam penyesalan tersendiri harus mengalami kegilaan tersebut.
Tapi apalah arti hidup tanpa kegilaan itu.
Hidup tak pernah benar-benar menjadi lebih berwarna sebelumnya.
Hanya mendengar, hanya melihat, hanya menulis, tak cukup menggambarkan kegilaan ini.
Ya, aku benar-benar mati dalam kegilaan ini.
Tuhan, tolong bangkitkan Aku dalam kematian ini, pintaku. (Malaikat di kananku turut berbisik)
Ah, tapi aku tak mau. Sungguh Aku tak mau.
Aku bisa begitu gembira dalam kegilaan ini, hanya sekadar mendengar, sepintas melihat, dan membaca kabar berita terbaru.
Ah, aku benar-benar mati dalam kegilaan ini.
Hanya menunggu waktu untuk dibangkitkan saja.
Tapi Aku tak mau dibangkitkan, Aku benar-benar menyukai duniaku ini.
Terimakasih Tuhan, ada dunia yang nyata-nyata tak pernah akan jadi nyata ini.
Mungkin juga akan jadi nyata suatu saat (Aku berharap keras)
Sungguh, dunia yang seperti ini benar-benar telah menjadi penyeimbang sejati dunia fana yang begitu nyata.
Seperti berada dalam dua dunia.
Sabtu, 14 Januari 2012
Two Kinds of Happiness
My Crown Prince Lee Hwon
Senin, 26 Desember 2011
The Way K-Pop Change Your Life
I was reading very damn cool posts by the one of fandom K-pop on facebook about K-pop fan scan relate. And ‘wadezzing’ I very shocked, that the post really damn true for some cases. That’s the way - how’s K-pop has changed your life a lot.
As long as you became a K-pop fan, all the things below really works to you.
1. Someday. You want to invite all your friends to Korea and live in a historical house
2. Your thoughts on K-pop, K-pop must exist forever.
3. You consider yourself not just his fan but his WIFE
4. K-pop taught you how to be a great stalker
5. When your bias cries, you also cry
6. Since you became a K-pop fan, you started thinking to marry a Korean guy in the future
7. The moment when you cry infront of the computer, all because of K-pop
8. Ever since you became a K-pop fan, other music means nothing to you
9. Since you became a K-pop fan, you started singing birthday son in Korean instead of my own language
10. The moment your mother blame your results on kpop
11. Since you became a K-pop fan, you updated on whats happening with your fave idols/actors life than the idols/actors in your own country
12. SARANGHAE is the first Korean word you have learned in your life. Instead of Annyeonghaseo.
13. To other people, K-Pop is simply music that you can’t understand. But they do not know that to you K-Pop is second life, where you can find happiness in the presence of my fandoms and biases, and enjoyment in their music
14. In hearing the word ‘shiny’, people would think of stars and glitters while you think of Onew, Jonghyun, Minho, Key and Taemin
Senin, 21 November 2011
What We Call Love
(Paulo Coelho)
Paulo Coelho (The Alchemist)
“Does love need a reason?”
Begitulah Paulo Coelho pun menggambarkannya dengan begitu gamblang.
Maka, tidak ada alasan yang begitu tepat untuk menjawab mengapa saya berhak atas gelar #1 Hottest. Karena yang saya rasakan, saya hanya mencintai 2PM sejak pertama kali mengenalnya, tiada alasan yang menyertai, hanya satu keyakinan saya, bahwa saya benar-benar jatuh cinta pada 2PM. Banyak energi positif yang mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi saya semenjak lagu-lagu mereka terngiang di telinga ini dan kemudian berputar di kepala saya.
When we love, we always strive to become better than we are.
When we strive to become better than we are, everything around us becomes better too.
Paulo Coelho (The Alchemist)
- Jang Wooyoung, sosok yang paling saya gemari di 2PM, mengajarkan saya untuk selalu optimis.
- Lee Junho, sosok yang manis ini, mengajarkan saya untuk selalu tersenyum .
- Ok Taecyeon, sosok yang kokoh, mengajarkan saya untuk tidak patah semangat.
- Nickhun, sosok pria tampan, mengajarkan saya untuk menjadi seperti apa yang saya inginkan.
- Chansung, sosok yang pemalu, mengajarkan saya untuk selalu hidup dalam mimpi saya.
- Kim Junsu, sosok yang multi talented, mengajarkan saya untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam kehidupan ini.
THAT IS WHAT WE CALL LOVE!!!
Dari situlah, saya menyadari betul bahwa tiada alasan yang tepat untuk menggambarkan apakah saya berhak menjadi #1 Hottest. Tapi saya benar-benar berharap saya bisa melihat mereka dari jarak yang begitu dekat. Merasakan HEARTBEAT mereka. Melihat Wooyoung menari bebas lepas. Melihat senyum Junho yang meneduhkan. Melihat sosok kokoh Taecyeon. Menatap cerminan mimpi lewat wajah Nickhun. Melihat sosok Chansung yang pemalu. Dan mendengar suara indah Kim Junsu. Jika itu semua menjadi kenyataan, hal tersebut benar-benar telah menjadikan kehidupan saya menjadi jauh jauh jauh lebih baik.
Sekali lagi, mengutip kata-kata indah dari Paulo Coelho,
"Love is an untamed force. When we try to control it, it destroys us. When we try to imprison it, it enslaves us. When we try to understand it, it leaves us feeling lost and confused.”
Paulo Coelho
-Ditulis dalam rangka ikut kuis, sayang gagal, mungkin karena terlalu lebay, hahaha-

